Detik-detik musibah Garuda Indonesia di berbagai Media

Berikut pemberitaan di berbagai media Indonesia tentang musibah terbakarnya pesawat Garuda Indonesia di Yogjakarta.

DETIK.COM

07/03/2007 07:17 WIB

Garuda Terbakar di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta
Nograhany Widhi K – detikcom

Jakarta – Pesawat Garuda Indonesia terperosok di Bandara Adisucipto, Yogyakarta, Rabu (7/3/2007) pagi. Pesawat terbakar. Sebagian penumpang masih berada di dalam perut pesawat.

Anda punya informasi tentang peristiwa ini? Kirimkan pada kami di redaksi@staff.detik.com.(nrl/nrl)

07/03/2007 07:20 WIB

Terdengar Ledakan di Garuda
Nograhany Widhi K – detikcom

Jakarta – Setelah terbakar, terdengar ledakan di badan pesawat Garuda. Peristiwa ini terjadi sesaat setelah pesawat Garuda mendarat di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, dari Jakarta, Rabu (7/3/2007).

Staf Humas Garuda Singgih Handoyo ketika dikonfirmasi detikcom, mengaku belum mengetahui peristiwa tersebut. Sedangkan Kahumas Garuda Pujobroto mengaku sedang melakukan hubungan dengan Yogyakarta. Sedang Bandara Adi Sucipto tidak mengangkat telepon.(nrl/nrl)

07/03/2007 07:31 WIB

Pesawat Garuda Meledak 3 Kali
Arifin Asydhad – detikcom

Jakarta – Pesawat Garuda tujuan Jakarta-Yogya mengalami kecelakaan saat mendarat di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Setelah terbakar, pesawat itu meledak tiga kali.

Peristiwa mengenaskan ini terjadi sekitar pukul 07.15 WIB, Rabu (7/3/2007). Hingga pukul 07.27 WIB, asap masih mengepul dari badan pesawat Garuda.

“Jadi, saat mendarat, roda pesawat sudah menyentuh landasan. Saat itu, langsung keluar bunga api dan terdengar ledakan tiga kali,” kata Sayid Munawar, salah seorang calon penumpang yang sedang menunggu di ruang tunggu bandara. Pria yang akrab disapa Ayi ini melihat peristiwa ini dengan jelas.

Para penumpang Garuda naas itu masih berada di dalam pesawat. Belum diketahui nasib mereka. Namun, petugas medis dan pemadam kebakaran sudah berada di lokasi. Sirine ambulans meraung-meraung di bandara. (asy/asy)

07/03/2007 07:46 WIB

Api di Garuda Sudah Padam, Asap Putih Masih Mengepul
Arifin Asydhad – detikcom

Jakarta – Petugas pemadam kebakaran berjibaku untuk memadamkan api di pesawat Garuda yang terbakar di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Pukul 07.30 WIB, Selasa (7/3/2007), api berhasil dipadamkan. Hingga saat ini, hanya asap putih yang mengepul.

Sebelumnya, pesawat Garuda jurusan Jakarta-Yogyakarta ini dijilati si jago merah. Pada saat bersamaan, asap hitam mengepul dari badan pesawat itu.

Peristiwa mengenaskan ini terjadi sekitar pukul 07.15 WIB, saat pesawat Garuda itu mendarat. Saat roda menyentuh landasan, dari samping pesawat tampak mengeluarkan bunga api, yang tak lama kemudian disertai ledakan tiga kali.

Hingga pukul 07.44 WIB, meski api di pesawat sudah dipadamkan, namun petugas pemadam kebakaran masih terus menyemproti pesawat naas itu. Sejumlah ambulans juga masih disiagakan di runway bandara. (asy/asy)

07/03/2007 07:49 WIB
Garuda yang Celaka Bernomor GA 200 Jenis B 737-400
Nograhany Widhi K – detikcom

Jakarta – Pesawat Garuda Indonesia yang celaka di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta bernomor penerbangan GA 200. Pesawat berjenis Boeing 737-400.

Pesawat ini berangkat dari Jakarta pukul 06.00 WIB, Rabu dan mendarat di Yogyakarta pukul 07.00 WIB. Pesawat ini mampu menampung lebih 100 orang.

Menurut saksi mata, pesawat mendarat mulus, namun tak lama kemudian terlihat api di roda bagian depan. (nrl/nrl

07/03/2007 08:02 WIB

Garuda Celaka Berpenumpang 133
Nograhany Widhi K – detikcom

Jakarta – Pesawat Garuda Indonesia Boeing 737-400 dengan nomor penerbangan GA 200 yang celaka di Bandara Adi Sucipto, Rabu (7/3/2007) berpenumpang 133 orang.

Penumpang ini duduk di kursi ekonomi 120 orang dan kelas di atasnya 13 orang. Belum diketahui berapa jumlah awak Garuda. Yang jelas, pesawat ini dipiloti Kapten Marwoto.

Pesawat dengan nomor registrasi PK-GZC ini berangkat dari Bandara Soekarn–Hatta, Cengkareng, pukul 06.00. “Pesawat mengalami serious incident pukul 06.55 WIB,” kata seorang staf Humas Garuda di Cengkareng pada detikcom.

Anda memiliki informasi tentang insiden ini? Ceritakan pada kami di redaksi@staff.detik.com.
(nrl/nrl)

07/03/2007 08:13 WIB

Pesawat Garuda Pecah Ban Sebelum Terbakar
Bagus Kurniawan – detikcom

Yogyakarta – Petugas pemadam terus berupaya memadamkan api dari pesawat Garuda yang terbakar di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Saksi mata melihat ban depan pesawat pecah sebelum timbul ledakan.

“Ban depan pecah, terus timbul ledakan dari depan. Terus roda belakang ikut terbakar,” ujar Ngadiman (51), saksi mata kepada detikcom, Rabu (7/3/2007).

Ngadiman dan sejumlah warga kampung yang tinggal di sebelah selatan bandara, biasa mencari rumput di dekat pagar bandara. Saat peristiwa terjadi, mereka hanya berjarak 200 meter dari pagar bandara. Ngadiman dan teman-temannya lari tunggang langgang saat ledakan terjadi.

Sementara itu akses menuju bandara dari Jl Solo ditutup. Hanya polisi, tentara, ambulans dan pemadam yang diperbolehkan masuk. Pantauan detikcom, asap putih membubung tinggi dari badan pesawat.

6 Mobil pemadam terus menyemprotkan air. Sementara beberapa mobil ambulans bergerak mondar mandir menyelamatkan penumpang. Bau avtur menyengat sampai radius 300 meter sampai ke pagar bandara. (fay/nrl)

07/03/2007 08:22 WIB

Garuda Hangus, Nyaris Cium Perkampungan Warga
Bagus Kurniawan – detikcom

Yogyakarta – Kondisi Garuda Indonesia GA 200 yang celaka di Bandara Adi Sucipto saat ini tampak hangus, Rabu (7/3/2007). Jelaga hitam memenuhi badannya. Namun ekor pesawat yang menampakkan logo Garuda, masih terlihat jelas.

Pesawat ini saat celaka nyaris mencium perkampungan warga. Jika ini terjadi, maka korban jatuh bisa jadi lebih besar.

Saat ini badan pesawat menghadap timur. Belasan ambulans disiagakan di sepanjang jalan menuju komplek TNI AU.

Pesawat ini ketika mendarat sudah melebihi batas landasan pacu, lalu meloncati pagar, kemudian terperosok di jalan yang masih di dalam komplek yang berbatasan dengan rumah warga.

Saat ini proses pemadaman masih berlangsung, asap putih masih mengepul. Pesawat menjadi tontonan warga.(nrl/nrl)

Garuda Terbakar, Din Syamsuddin Selamat
Arifin Asydhad – detikcom

Jakarta – Penumpang pesawat Garuda yang terbakar di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta berpenumpang 133 orang. Salah satunya, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Akibat kecelakaan ini, Din selamat dan mengalami luka ringan.

“Informasi dari Sekretaris PP Muhammadiyah, alhamdulillah Pak Din selamat, hanya luka ringan, lecet-lecet,” kata Ahmad Rofiq, salah seorang orang dekat Din Syamsuddin saat dihubungi detikcom, Rabu (7/3/2007).

Din mengalami luka di bagian pipi. Dan saat ini, guru besar IAIN Syarif Hidayatullah ini sedang ditangani tim medis.

Din terbang dari Jakarta menuju Yogyakarta untuk menuju Kantor PP Muhammadiyah dan kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Di Kampus UMY, Din akan mendampingi Menlu Australia Alexander Downer ceramah dan diskusi. (asy/asy)

07/03/2007 08:28 WIB
Jenazah Bertumpuk-tumpuk di Pintu Pesawat
Bagus Kurniawan – detikcom

Jakarta – Sejumlah penumpang pesawat Garuda Indonesia GA 200 selamat, namun banyak juga yang gagal menyelamatkan diri, Rabu (7/3/2007).

Jenazah terlihat bertumpuk-tumpuk di pintu pesawat dalam kondisi mengenaskan.

Penumpukan jenazah itu karena sebelumnya penumpang berebutan turun dari pesawat. Saat ini evakuasi korban dilakukan. Pesawat berada di areal persawahan, perbatasan bandara dan perkampungan penduduk.

Anda memiliki informasi tentang musibah ini? Kirimkan pada kami di redaksi@staff.detik.com.(nrl/nrl)

07/03/2007 08:33 WIB
Mesin Garuda Lepas, Pesawat Hampir Menabrak Lampu Kontrol
Bagus Kurniawan – detikcom

Yogyakarta – Pesawat Garuda GA 200 yang terbakar di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta terseret keluar landasan sejauh 300 meter. Mesin jet pesawat terlepas saat hard landing.

Pantauan detikcom Rabu (7/3/2007), 30 meter dari badan pesawat, tampak 2 mesin jet pesawat ini terlepas 20 meter di belakang pesawat. Atap pesawat terkelupas dan pecah.

Pesawat hampir saja menabrak lampu kontrol yang tinggal berjarak 50 meter lagi di depannya. Kondisi pesawat terbakar hangus dan pemadam terus menyemprotkan air.

Menurut saksi mata Prayitno, dia hanya berjarak 100 meter dari lokasi kecelakaan. PNS di Pangkalan TNI AU ini segera berlari menuju pesawat dan menyelamatkan dua penumpang yang keluar dari pintu pesawat dengan luka di kepala dan bahu. Saat itu pesawat dalam kondisi terbakar.

“Ban pecah, terus bahan bakar di mesin kanan meledak, kemudian diikuti mesin kiri,” ungkapnya kepada detikcom. (fay/nrl)

07/03/2007 08:40 WIB
Marwoto Pilot Garuda Terbakar, Gagam Co-Pilot
Arifin Asydhad – detikcom

Jakarta – Pesawat Garuda Indonesia Boeing 737-400 dengan nomor penerbangan GA 200 yang celaka di Bandara Adi Sucipto berpenumpang 133 orang. Pesawat dipiloti oleh Capt Marwoto. Sedangkan sebagai co-pilot Gagam.

Belum diketahui secara detil tentang jumlah jumlah kru pesawat. Pesawat dengan nomor registrasi PK-GZC ini berangkat dari Bandara Soekarn–Hatta, Cengkareng, pukul 06.00.

Informasi yang didapatkan detikcom, diperkirakan pesawat Garuda ini mengalami kecelakaan setelah ban pecah saat menyentuh landasan. Namun, dimungkinkan juga kecelakaan pesawat ini diakibatkan oleh human error.

Pesawat Garuda mendarat di runway di Bandara Adi Sucipto pukul 07.15 WIB. Setelah roda menyentuh landasan, tak lama kemudian muncul api dan meledak. (asy/asy)

07/03/2007 09:00 WIB
Sebelum Celaka, Garuda Mentul-mentul Lalu Keluar Api
Irwan Nugroho – detikcom

Jakarta – Penumpang Garuda Indonesia GA 200, Arif Budiman, bersyukur karena selamat dari musibah. Dia hanya mengalami luka ringan dan saat ini dirawat di RS Bethesda Yogyakarta.

Karyawan Sony ini menceritakan, dia naik pesawat bersama 4 rekannya untuk urusan bisnis. Menurutnya ketika insiden terjadi, pesawat tersebut belum siap mendarat.

“Pramugari masih ngambil gelas-gelas dan makanan kecil,” kata Arif pada detikcom lewat telepon, Rabu (7/3/2007).

Tak lama kemudian pesawat yang masih berada di ketinggian, bergoncang dua kali. “Pesawat mentul-mentul lalu terlihat api di bagian sambungan pesawat dengan badan,” kata pria 37 tahun ini.

Saat bergoncang, pramugara memperingatkan penumpang agar tetap duduk dan mengencangkan seatbelt-nya.

Tak lama kemudian, terjadi goncangan keras saat pesawat mencium landasan bandara. (irw/nrl)

07/03/2007 09:05 WIB
Garuda Terbakar, Acara Din-Downer Batal
Mohammad Yanuar Firdaus – detikcom

Yogyakarta – Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin termasuk dalam 133 penumpang pesawat Garuda GA-200 yang terbakar. Meskipun selamat, seluruh agenda Din di Yogyakarta dengan Menlu Australia Alexander Downer dibatalkan.

“Semua acara yang berkaitan dengan Pak Din dan Downer dibatalkan,” ujar Gubernur DIY, Sultan Hamengkubuwono X di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, Rabu (7/3/2007).

Menurut Sultan, Din kondisinya selamat. Namun dia mengalami luka ringan di bagian kening dan tengah mendapatkan perawatan medis.

Din rencananya akan mendampingi Downer dalam acara ceramah dan diskusi di kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). (fay/nrl)

07/03/2007 09:13 WIB
Kondisi Terparah Terjadi di Kabin Kelas Bisnis Berpenumpang 13
Irwan Nugroho – detikcom

Jakarta – Kondisi terparah terjadi di kelas bisnis Garuda Indonesia GA 200, Rabu (7/3/2007). Kabin kelas tersebut hangus, nyaris tak terlihat.

Kabin ini saat celaka terjadi, berisi 13 penumpang. Kabin ini berada di belakang kokpit.

Di belakang kabin kelas bisnis, terdapat kabin kelas ekonomi yang berisi 120 penumpang.

“Bagian pesawat paling parah di bagian depan, karena sudah tidak kelihatan, kayaknya penyok ke kanan,” kata karyawan Sony,Arif Budiman, salah seorang penumpang selamat pada detikcom.

Menurut pengamatan detikcom, bagian depan tersebut hangus. Sedangkan bagian belakang mendingan. (nrl/nrl)

07/03/2007 09:58 WIB
Kebakaran Garuda, Perempuan Australia Dilarikan ke RS Sardjito
Nurvita Indarini – detikcom

Yogyakarta – Perempuan berkewarganegaraan Australia dilarikan ke RS Sardjito. Dia menderita luka bakar akibat terbakarnya pesawat Garuda GA 200 di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta.

“Ada warga negara Australia bernama Mrs Sintia yang dibawa ke Sardjito pagi ini bersama 4 orang lainnya. Tapi yang 1 tewas,” ujar Santo, petugas UGD RS Sardjito saat dihubungi detikcom, Rabu (7/3/2007).

Namun Santo belum bisa memastikan apakah perempuan itu adalah salah satu staf Menlu Australia Alexander Downer yang melakukan kunjungan ke Yogyakarta. Selain itu, dirawat juga Mr Rojaa yang berasal dari Hongkong, Prof Murni Indrati (67) dari Bogor, dan Dwijo (60) warga Tebet Jakarta.

“Yang tewas Suwarni Sugaib, umurnya 70 tahun, warga Terban Yogyakarta. Dia tidak dibawa ke UGD tapi langsung ke forensik,” imbuh Santo. (nvt/ana)

07/03/2007 10:01 WIB
Garuda Celaka, Dua Wanita Hamil Luka-luka
Arya Perdhana – detikcom

Jakarta – Garuda Celaka, Dua Wanita Hamil Luka-luka

Insiden terbakarnya pesawat Garuda Indonesia di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta bernomor penerbangan GA 200 juga menyebabkan dua wanita hamil mengalami luka-luka.

Menurut salah satu penumpang, Ferry (27) kepada detikcom Rabu (7/3/2007), satu wanita hamil dilarikan ke RS Panti Rini di Jalan Solo, Yogyakarta, karena mengalami luka di bagian pungung.

Wanita hamil satunya tidak dibawa ke rumah sakit karena hanya mengalami lecet-lecet.

Pesawat Garuda yang meledak berjenis Boeing 737-400.(nik/nrl)

07/03/2007 10:17 WIB
Jalan Menuju Bandara Macet 2 KM
Bagus Kurniawan – detikcom

Yogyakarta – Semua akses menuju Bandara Adi Sucipto ditutup total baik dari Jl Solo maupun dari Kecamatan Berbah, Sleman. Akibatnya terjadi kemacetan lalu lintas menuju bandara sepanjang 2 km.

Pantauan detikcom, Rabu (7/3/2007), di Kampung Kaliajir, Desa Kalitirto, Kecamatan Berbah, Sleman, ribuan warga berbondong-bondong ingin melihat bangkai pesawat Garuda GA-200 yang terbakar di bandara.

Padahal jalan desa itu adalah satu-satunya akses warga kampung menuju bandara. Akibatnya terjadi kemacetan sepanjang 2 km.

Jalanan desa penuh mobil, motor, dan warga yang berjalan kaki untuk menonton kecelakaan itu. Akibatnya personel TNI AU yang menjaga sekitar bandara kewalahan mengatur warga.

Hingga pukul 10.15 WIB, proses evakuasi masih terus dilakukan. Tim masih terus berupaya melakukan proses identifikasi terhadap jenazah korban pesawat naas ini. (fay/nrl)

07/03/2007 10:22 WIB
Prof Koesnadi Selamat, Dirawat di RS AURI
Reza Yunanto – detikcom

Yogyakarta – Guru Besar Hukum Lingkungan Falkutas Hukum UGM Prof Dr Koesnadi Hardjosumantri selamat dari musibah kecelakaan pesawat Garuda. Koesnadi tidak mengalami luka, hanya shock.

“Prof Koesnadi selamat, dirawat di RS AURI Adi Sucipto. Dia tidak mengalami luka-luka, hanya shock,” kata Pembantu Dekan III Falkutas Hukum UGM Harri Purwanto di RS Bethesda, Yogyakarta, Rabu (7/3/2007).

Menurut dia, pria berusia 71 tahun itu ditemukan dosen Falkutas Hukum UGM Andi Fandi.

“Saya lega dan mau ke RS AURI,” ujar Harri.(aan/nrl)

07/03/2007 10:46 WIB
Garuda Celaka Juga Berisi 8 Jurnalis Australia Peliput Downer
Nurvita Indarini – detikcom

Yogyakarta – 8 Wartawan Australia berniat meliput kunjungan Menlu Australia Alexander Downer ke Yogyakarta. Mereka menjadi penumpang pesawat Garuda Boeing 737-400 yang terbakar di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta.

Salah satu wartawan yang mengalami luka bakar sehingga harus dirawat di RS Dr Sardjito Yogyakarta adalah Cynthia Banham. Dia adalah wartawan Sydney Morning Herald.

Banham mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Demikian dilansir dari http://www.theaustralian.news.com.au, Rabu (7/3/2007).

Kini Departemen Luar Negeri Australia masih mencari informasi siapa saja warga Australia yang ikut dalam penerbangan Garuda benomor penerbangan GA 200 tersebut. Sekadar diketahui, beberapa staf Deplu Australia yang akan mendampingi Downer juga berada dalam pesawat itu. (nvt/nrl)

07/03/2007 10:53 WIB
19 WNA Tercatat Jadi Penumpang Garuda
Chazizah Gusnita – detikcom

Jakarta – 19 Dari 133 penumpang pesawat Garuda bernomor penerbangan GA 200 berkewarganegaraan asing antara lain dari Australia, Jepang, dan Brunei.

“3 Orang telah diketahui dari Australia, Jepang, dan Brunai. Sisanya 16 orang belum diketahui asal negara,” kata staf Humas Garuda Indonesia, Ikhsan, di kantor Garuda Indonesia, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (7/3/2007).

Menurut dia, 93 penumpang luka-luka telah dirawat di sejumlah rumah sakit. Sedangkan sisa penumpang lainnya belum terdata.

Hingga pukul 10.45 WIB, wartawan masih menunggu jumpa pers dari Garuda Indonesia.

2 WNA kini dirawat di RS Bethesda, Yogyakarta. Mereka adalah Ito Shinji (45), warga negara Jepang dan Michael Hatton (47), warga negara Australia.

Sebelumnya detikcom memberitakan, pesawat tersebut berisi 8 jurnalis Australia yang hendak meliput Menlu Downer di Yogyakarta dan staf Kedubes Australia yang hendak mendampingi Downer.(aan/nrl)

07/03/2007 11:12 WIB
Nasib Direktur PU Totok Priyanto Belum Jelas, Istrinya Nangis
Syarif Hidayatullah – detikcom

Jakarta – Direktur Pengembangan Pemukiman Departeman Pekerjaan Umum (PU) Totok Priyanto ikut menumpang pesawat Garuda. Nasibnya hingga kini belum jelas.

Totok bersama 2 stafnya Rina Farida dan Ninik Ruswati hendak melakukan kunjungan kerja di Hotel Santika, Yogyakarta.

Totok dan Rina belum diketahui nasibnya. Sedangkan Ninik selamat dan mengalami luka-luka ringan.

“Saya mengurus keberangkatan keluarga Pak Totok. Yang pasti istrinya berangkat,” kata rekan kerja Totok, Wiyatno, di Posko Garuda, Passenger Servive Garuda Indonesia, Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Rabu (7/3/2007).

Istri Totok, Titi Ratna Sudewi yang mengenakan baju warna biru, baru tiba di Bandara Soekarno Hatta, pukul 11.00 WIB.

Titi tampak berlinang air mata dan mengusap pipinya dengan tisu.
Dia menunggu di Posko Garuda guna bertolak ke Yogyakarta. Pesawat pertama berangkat pukul 15.00 WIB (GA-2022) dan pukul 17.30 WIB (GA-2062). (aan/nrl)

07/03/2007 11:34 WIB
Agung: Kecelakaan Pesawat Tidak Semata Akibat Tarif Murah
Arfi Bambani Amri – detikcom

Jakarta – Peristiwa kecelakaan pesawat Garuda Indonesia di Yogyakarta membuktikan teori tarif murah menyebabkan banyak kecelakaan tak terbukti.

“Ya, kenyataannya seperti sekarang ini. Tidak semata-mata masalah tarif, tapi menyangkut banyak aspek dan faktor,” kata Ketua DPR Agung Laksono dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/3/2007).

Agung menyebutkan di beberapa negara, meski tarifnya murah, keselamatan penumpang tetap terjamin. “Teori seperti itu di beberapa negara yang menggunakan tarif normal tidak terbukti,” kata Agung.

Artinya, Agung berpendapat, persoalan banyaknya kecelakaan transportasi adalah akibat persoalan sarana dan prasarana. “Ternyata kejadiannya sekarang menimpa Garuda, ini betul-betul harus dilakukan audit oleh pemerintah,” tandas Agung.

Seperti diketahui, Garuda Indonesia merupakan maskapai milik negara yang tidak ikut dalam ‘perang tarif’ dengan maskapai berbiaya murah lainnya. (aba/nrl)

07/03/2007 11:39 WIB
Ada yang Lihat Pilot Garuda Ikut Keluar Pesawat
Mohammad Yanuar Firdaus – detikcom

Yogyakarta – Beberapa penumpang pesawat Garuda GA 200 masih terjebak di bangkai pesawat yang terbakar. Nasib pilotnya pun belum dapat dipastikan. Namun ada yang melihat sang pilot ikut keluar pesawat.

“Belum ada info pilot selamat atau tidak. Tapi ada yang melihat pilot juga ikut keluar dan selamat. Namun belum ada info dia berada di mana,” ujar Danlanud Adi Sucipto Marsekal Pertama TNI Benyamin Dandel, di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, Rabu (7/3/2007).

Pilot pesawat jurusan Jakarta-Yogyakarta itu adalah Kapten M Marwoto Komar, yang didampingi first officer Gagam Saman Rohmana.

Informasi yang didapat Benyamin, 92 orang beramai-ramai keluar dari pesawat setelah pesawat naas itu keluar dari landasan. “Rata-rata mereka keluar sendiri dari pintu baik tengah maupun belakang karena sistem emergensi pesawat rusak,” imbuh dia. (nvt/nrl)

07/03/2007 11:49 WIB
Selain Cari Koesnadi, UGM Juga Lacak Dr Masykur
Ferdian Adhika Kurniawan – detikcom

Yogyakarta – Universitas Gadjah Mada (UGM) terus melacak keberadaan dosen-dosennya yang menumpang pesawat Garuda GA-200. Nasib 2 dosen, termasuk Prof Dr Koesnadi Hardjasumantri, masih belum diketahui.

Menurut Wakil Rektor Bidang Administrasi UGM Marwan Asri di RS AURI, Jalan Janti, Yogyakarta, Rabu (7/3/2007), pihaknya sudah melakukan pengecekan ke RS AURI.

Namun pihak rumah sakit menyatakan tidak menerima pasien bernama Koesnadi. “Kita masih terus cari konfirmasi,” tegas Marwan.

Koesnadi, imbuh dia, berangkat dari Jakarta bersama 4 dosen UGM lainnya. Dari pelacakan, tiga dosen dinyatakan selamat, yakni Prof Suwarjono dosen Fakultas Ekonomi UGM yang sudah kembali ke rumahnya, Ketut dosen Fisipol yang masih dirawat di RS Panti Rapih, dan Dimyati dosen Geografi sudah kembali ke rumahnya di Solo.

Sementara dua dosen lainnya masih dicari. Selain Koesnadi, pihak universitas masih mencari keberadaan Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Bidang Akademik UGM Dr M Masykur Wiratmo MSc.

“Sebetulnya Pak Masykur tidak dalam rangka tugas, tapi ikut kegiatan PP Muhammadiyah bersama Pak Din (Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin). Belum ada kepastian, tapi kita masih terus cari,” tutur Marwan.
(umi/nrl)

07/03/2007 11:53 WIB

Garuda: 93 Orang Selamat, Termasuk 7 Kru Pesawat
Chazizah Gusnita – detikcom

Jakarta – Manajemen Garuda Indonesia merilis jumlah korban selamat sebanyak 93 orang. 7 Di antara mereka adalah 7 kru pesawat. Sedangkan jumlah korban tewas, belum diketahui pasti.

“Pukul 10.30 WIB dilakukan evakuasi, ditemukan 93 orang penumpang selamat,” ujar Kepala Komunikasi Garuda Indonesia Pujobroto di Kantor Garuda, Jalan Medan Merdeka selatan, Jakarta Pusat, RAbu (7/3/2007).

Menurut Pujo, para penumpang yang selamat itu dibawa ke tiga rumah sakit yakni RS Panti Ratih, RS Panti Rini, RS Adi Sucipto.

Di antara 93 orang itu ada 7 orang kru Garuda yaitu pilot apten Marwoto Komar, Kopilot Gagam Saman Rohmana, awak kabin Wiranto Wooryono (Purser), Irawati (senior awak kabin), Mariati (senior awak kabin), Imam Arief Iskandar (senior awak kabin), dan Ratna Budianti (juniro awak kabin).(nik/nrl)

07/03/2007 11:57 WIB
Garuda Celaka Akibat Over Speed
Mohammad Yanuar Firdaus – detikcom

Yogyakarta – Pesawat Garuda GA-200 yang terbakar di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta diduga mengalami over speed. Akibatnya pesawat keluar landasan sebelum habis dilalap api.

“Jadi pesawat itu mengalami over speed, sehingga keluar landasan pacu sejauh 300 meter. Beberapa komponen pesawat pun tertinggal di landasan, seperti roda dan sayap,” ujar Danlanud Adi Sucipto Marsekal Pertama TNI Benyamin Dandel di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, Rabu (7/3/2007).

Engine kanan pesawat berpenumpang 133 orang dan 7 orang kru itu juga lepas. Diduga api berasal dari bagian itu. “Sehingga terjadi percikan api dan meledak, kemudian terbakar,” jelas Benyamin.

92 Penumpang itu lantas dirujuk ke RS AU, dan beberapa dirujuk ke RS Sardjito, RS Bethesda, dan RS Panti Rapih. Satu orang meninggal dalam perjalanan.

Beberapa di antaranya langsung pulang ke rumah masing-masing tanpa memberikan informasi. Info sementara, 22 orang diperkirakan masih terjebak dalam bangkai pesawat.

Hingga pukul 11.00 WIB, evakuasi korban masih terus dilakukan. Petugas kesehatan, TNI, dan pemadam kebakaran masih berkonsentrasi di sekitar puing pesawat. Kotak hitam pesawat pun masih dalam pencarian. (nvt/umi)

07/03/2007 11:59 WIB
Tim Evakuasi Hanya Temukan 20 Jenazah Korban Garuda
Mohammad Yanuar Firdaus – detikcom

Yogyakarta – Komandan Lapangan Udara (Danlanud) Adi Sucipto Marsekal Pertama (Marsma) TNI Benyamin Dandel SIP memastikan, jenazah korban Garuda Indonesia yang ditemukan hanya 20 jenazah.

“Tim hanya menemukan 20 jenazah dalam kondisi terbakar,” kata Benyamin di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, Rabu (7/3/2007).

Benyamin mengaku belum tahu secara persis mengenai jumlah korban tewas seluruhnya, yang semula disebutkan sekitar 44, bahkan ada yang menyebut 49. “Sisanya masih dipertanyakan,” ujarnya.

Benyamin mengatakan, pihaknya akan terus melakukan evakuasi di lokasi kejadian. “Kami sudah memastikan 20 jenazah ditemukan. Evakuasi masih akan kami lakukan untuk mencari tahu lebih jelas,” tegas Benyamin.

Dituturkan Benyamin, jenazah 20 korban tewas itu akan dibawa RS Sardjito, Yogyakarta. “Proses identifikasi akan dilakukan di sana,” ucap Benyamin.

Benyamin juga mengimbau kepada para korban yang selamat dan sudah pulang ke rumah namun tidak melaporkan diri agar memberitahukan kepada pihak yang berwenang. “Agar kita bisa mengumpulkan data, sehingga bisa mengetahui lebih jelas soal data korban,” ujarnya.

Manajemen Garuda sebelumnya menyebutkan 93 orang, termasuk 7 kru pesawat, selamat. Sedangkan korban tewas belum diketahui. (mar/nrl)

Mahasiswa UGM Lacak Prof Koesnadi
Bagus Kurniawan – detikcom

Jakarta – Keluarga mantan Rektor UGM, Profesor Koesnadi mendapatkan kepastian bahwa Koesnadi selamat dari kecelakaan pesawat Garuda GA 200. Koesnadi disebutkan masih syok berat dan tidak bersedia berkomunikasi dengan siapa pun. Namun di manakah Koesnadi berada?

Hingga pukul 12.05 WIB, Rabu (7/3/2007), keberadaan Koesnadi masih tidak jelas. Di rumah kediaman Koesnadi sudah dipenuhi oleh keluarga, kolega dan mahasiswa UGM. Beberapa mahasiswa UGM terus melacak keberadaan Koesnadi.

Karin, salah seorang mahasiswa UGM kepada detikcom menuturkan, keluarga telah mendapatkan konfirmasi bahwa Koesnadi dalam keadaan selamat. Hanya saja, keberadaan Koesnadi masih saja belum jelas.

Karin dan juga asisten Koesnadi, Hari Supriyono, kemudian bergerak menuju ke hampir semua rumah sakit. RSAD di Kotabaru, RD Bathesda, RS Panti Rapih dan bahkan di RS`Sardjito pun. Namun di semua rumah sakit tersebut, tidak ditemukan Koesnadi.
(ana/ana)

07/03/2007 12:08 WIB

Istri Lega Direktur PU Naik Garuda Karena Aman, Ternyata….
Syarif Hidayatullah – detikcom

Jakarta – Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Begitulah pepatah yang berlaku bagi Direktur Pengembangan Pemukiman Departemen Pekerjaan Umum (PU), Totok Priyanto. Maksud hati ingin aman naik Garuda, tapi celaka rupanya tetap membayangi.

“Saya nggak ada firasat apa-apa. Saya cuma tanya pesawatnya apa Pak? Pak Totok bilang Garuda kok. Saya bilang oh ya udah kalau Garuda aku tenang, pesawatnya aman. Tapi ternyata musibah tidak bisa dihindari, Garuda kena juga,” tutur istri Totok Priyanto, Titik Ratna Sudewi (53), di Posko Garuda yang bertempat di Passenger Sales and Service Garuda Indonesia Airways (GIA), Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Rabu (7/3/2007).

Keberangkatan Totok ke Yogya, menurut Titik, dalam rangka menghadiri seminar tentang pengembangan pemukiman di Hotel Santika, Yogyakarta. Titik sempat menahan niat kepergian Totok yang sedianya berangkat pada Selasa malam kemarin.

“Saya tahan, berangkat pagi aja Pak, akhirnya dia berangkat pukul 05.00 WIB subuh,” lanjut Titik yang mengenakan blus biru dongker dan celana hitam dengan mata berkaca-kaca ini.

Musibah pesawat Garuda terbakar tersebut diketahui Titik setelah ditelepon sopir yang akan menjemput suaminya di Bandara Adi Sucipto. Pada saat yang bersamaan, Titik menonton tayangan di TV tentang kecelakaan tersebut.

Titik berencana akan ke Yogyakarta bersama dengan adiknya, serta rekan kerja Totok untuk mencari keberadaan suaminya yang belum jelas. Dia beserta keluarga korban yang lain akan berangkat pukul 15.00 WIB dengan pesawat Garuda.(nwk/nrl)

07/03/2007 12:10 WIB

Kriminolog UI Adrianus Meliala Luka Bakar & Hidung Patah
Reza Yunanto – detikcom

Yogyakarta – Guru Besar Kriminologi FISIP Universitas Indonesia Adrianus Meliala mengucapkan puji Tuhan berulang kali kala melompat menyelamatkan diri dari pintu darurat pesawat Garuda.

Adrianus masuk dalam daftar korban luka-luka kecelakaan pesawat Garuda bernomor GA 200 yang dirawat di RS Bethesda, Yogyakarta, Rabu (7/3/2007).

Adrianus bertolak ke Kota Gudeg untuk mengisi seminar di Hotel Melia Purasani.

Kondisinya cukup mengenaskan. Dia mengalami luka bakar di tangan kanan kiri luka bakar dari ujung jari sampai siku, kaki dari dengkul dan telapak kaki lecet-lecet, wajahnya mengelupas terbakar, hidung patah dan terus mengalir darah segar.

“Saya lompat dari pintu darurat, saat melompat pintu darurat panas dan jatuh terguling-guling. Saya lari meninggalkan pesawat karena ada yang teriak pesawat mau meledak,” kata Adrianus kepada detikcom.

Pria berusia 40 tahunan itu mengaku sempat melihat Ketum Muhammadiyah Din Syamsuddin saat melompat dari pesawat.

“Saya diselamatkan penduduk sekitar dan dibawa ke Bethesda,” ujar Adrianus yang mengenakan pakaian rumah sakit warna pink itu.(aan/nrl)

07/03/2007 12:11 WIB

Khawatir Garuda Disabotase, SBY Minta Widodo AS Menyelidiki
Luhur Hertanto – detikcom

Jakarta – Sebelum membakar habis badan pesawat, kabin Garuda GA-200 ternyata mengepulkan asap. Presiden SBY pun meminta Menko Polhukam Widodo AS turun tangan.

Widodo diminta menyelidiki dugaan non teknis kecelakaan pesawat jenis Boeing 737-400 itu.

“Kepada Menko Polhukam, Presiden memerintahkan untuk melakukan investigasi non teknis terhadap kecelakaan ini,” kata Seskab Sudi Silalahi dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (7/3/2007).

Diikutsertakannya jajaran Menko Polhukam dalam penyelidikan kasus ini karena ada keterangan saksi korban bahwa sebelum pesawat jatuh, di dalam kabin sudah muncul kepulan asap.

“Namun demikian sejauh ini belum ada indikasi awal adanya upaya-upaya yang mengarah ke tindak sabotase,” kata dia.

Selain non teknis, SBY juga memerintahkan penyelidikan secara menyeluruh, terutama yang terkait dengan masalah teknis.

“Untuk penyelidikan teknis tetap akan ditangani KNKT. Setelah ada penyelidikan teknis dan non teknis ini baru bisa diambil kesimpulan tindak lanjut,” katanya.(umi/nrl)

07/03/2007 12:14 WIB
12 WNA Dievakuasi, 7 Belum Diketahui
Chazizah Gusnita – detikcom

Jakarta – Jumlah Warga negara Asing (WNA) yang tercatat sebagai penumpang Garuda Indonesia GA 200 sebanyak 19 orang. Manajemen Garuda menyatakan, yang baru dievakuasi baru 12 WNA.

“WNA yang telah diidentifikasi baru 12 orang yakni 8 orang berkebangsaan Australia, 2 dari Brunei dan 2 dari Jepang,” ujar Kepala Komunikasi Garuda Indonesia Pujobroto di Kantor Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (7/3/2007).

Menurut Pujo, ke-7 WNA yang belum diketahui di mana itu hingga saat ini belum teridentifikasi.

“Kami harus cek lebih lanjut,” tambah Pujo.

Sebelumnya diberitakan, 2 WNA dirawat di RS Bethesda, Yogyakarta. Mereka adalah Ito Shinji (45), warga negara Jepang dan Michael Hatton (47), warga negara Australia.(nik/nrl)

07/03/2007 12:14 WIB
Kotak Hitam Garuda Ditemukan
Mohammad Yanuar Firdaus – detikcom

Yogyakarta – Komandan Lapangan Udara (Danlanud) Adi Sucipto Marsekal Pertama (Marsma) TNI Benyamin Dandel SIP mengatakan, tim evakusi telah menemukan kotak hitam dari pesawat Garuda GA-200 jenis Boeing 737-400 yang terbakar di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta.

“Kotak hitam sudah bisa ditemukan dan akan diselidiki lebih lanjut,” kata Benyamin di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, Rabu (7/3/2007).

Menurut Benyamin, para wartawan dan relawan sudah diminta untuk keluar dari zona ring 1 di lokasi terbakarnya pesawat Garuda. “Kita imbau agar keluar dari zona ring 1 karena landasan akan dibuka lagi,” tambahnya.

Saat ini, para wartawan, petugas dan relawan sudah mulai meninggalkan lokasi kejadian. Hanya tinggal beberapa anggota TNI AU saja yang melakukan pembersihan di lokasi.

Sementara awan mendung yang cukup tebal menggelayuti di sekitar Bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Angin juga bertiup cukup kencang di sekitar bandara.(mar/nvt)

07/03/2007 12:20 WIB
Daftar 133 Penumpang & 7 Awak Garuda GA 200
Syarif Hidayatullah – detikcom

Jakarta – Inilah daftar 133 penumpang dan 7 awak Garuda GA-200 :

1. Abdul Haris/L
2. Achmad Yulianto /L
3. Ahmad Nurul Aminulhuda /L
4. Ami Widiatuti /P
5. Anggriani Ayi /P
6. Aris Budianto /L
7. Azhari H/L
8. Arif Budiman /L
9. Aina Husin/P
10. Andi Rahadi/L
11. Andrianus Meliala/L
12. Asli Perangin Angin/L
13. Anthony Ridwan/L
14. Ardi Rahman/L
15. Agus Sutrisno/L
16. Aji Munawwar/L
17. Bambang Setyawan /L
18. Badri Razae/L
19. Bertellotti Alessand/L
20. Boediarti /P
21. Banham Sinthia/P
22. Denny Ari Sutopo/L
23. Dwi Aryanto/L
24. Din Syamsuddin/L
25. Djohan Tanuwidjaja/L
26. Dwi Rastia I/ P
27. Dwijo Susono/L
28. Dewi Riyana/P
29. Eko Hadi Haryanto/ L
30. Edwin R Lumbang Tobing/L
31. Edy Karyanto/L
32. Eddy Suharyo/L
33. Ferry /L
34. Farah Achadini/P
35. Firdaus /L
36. Gunawan Lukito/L
37. Giarti Purnomo/P
38. Hendy Juniarsa/L
39. Halli Azis /L
40. Hatton Michael/L
41. Hendro Sangkoyo/L
42. Harry Ikhsan Nurddin/L
43. Hisbullah Huda/L
44. Ida Wardani/P
45. I Wayan D A/ L
46. Ito Shinjhi/L
47. Iswanto /L
48. I Ketut Putra Erawan/ L
49. Jumono /L
50. Jihad Akbar/L
51. Juli Astuti/P
52. Jimmy Maniar Nadapdap/L
53. Jimmy Kurnia/L
54. Jazuli /L
55. Juliana Kusumadewi/P
56. Prof. DR. Kusnadi /L
57. Kartika Frascis/P
58. Ketut Sunadi/L
59. Lilik Priyanto/L
60. Drs. HP Lubis AK MM /L
61. Machfud Hadi Wijaya/L
62. Murni Indrarti/P
63. DR. Masykur Wiratmo /L
64. Muhammad Auliasufi/L
65. Mulyanto Nugroho/L
66. Muhammad Timyati/L
67. Mauricio Tamele/L
68. Nuniek Sufithri/P
69. Nurgun Batubara/P
70. Nugroho Widyastanto/L
71. P. Oemaryati /P
72. Oktodanserso Metha/L
73. Oneill E/P
74. Papip Mulyana/P
75. Pambudiarto /L
76. Poppy Arieyani/P
77. Poppy Laksmiharti/P
78. Prianti Utami/ P
79. Purwoko Joko/L
80. Priyo Sudjalmo/L
81. Petrus Chaiyadi/L
82. Quinlan Kyle/L
83. Reni G/P
84. Ria Marini Marlan/P
85. Riel Pasaribu/L
86. Risariyana Veronica/P
87. Ronaldo Wijaya/L
88. Rina Farida/P
89. Ronald Stefanus Gunawan/L
90. Ruth Meigip/P
91. Roli Irawan/L
92. Sonie Indarto/L
93. Suparno /L
94. Silvia Angela/P
95. Sugaib Suwarni/P
96. Sindhunata Handoko/L
97. Siti Nurjana/P
98. Soeyatno /L
99. Sri Irianti/P
100. Stelee Brice/L
101. Sudradjat Allison/P
102. Sugiyarto Muh Ishak /L
103. Supardi Wachjoo/P
104. Suwardjono /L
105. Suyoso /L
106. Sahala Erwin P/L
107. Sri Mulyantini Respati/P
108. Shahrulazmi P G Ismail/L
109. Sigar Labau/L
110. Susy Djuadi/P
111. Santy Hendra/P
112. Syaiful Rachman/L
113. Scott Mark/L
114. Suhartono Widjaja/L
115. FX. Sukamto /L
116. Slamet /L
117. Suarno /L
118. Trisakti Budisantoso/L
119. Tallboys Roger/L
120. Tiwan Liutama/L
121. Toto Yulianto/L
122. Totok Priyanto/L
123. Tunggul Yogi/L
124. Virawaty /P
125. Walujati Lusina/P
126. Wayan Sukarda/L
127. Wilkinson J/L
128. Yunadi Srimulyo /L
129. Yossy Ekoarimbi/P
130. Yamada Kenji/L
131. Yulita /P
132. Yuliantini /P
133. Zaenah Sismadi/P

Awak GA-200, 7 orang :
1.Pilot in command : Capt. Mochamad Marwoto Komar
2.First officer : Gagam Saman Rohmana
3.Purser : Wiranto Wooryono
4.Senior Awak kabin : Irawati
5.Senior Awak Kabin : Mariati
6.Senior Awak Kabin :Imam Arief Iskandar
7.Junior Awak kabin : Ratna Budiyanti
(ana/ana)

07/03/2007 12:29 WIB
Garuda Apes, SBY Batal ke Padang
Luhur Hertanto – detikcom

Jakarta – Bencana alam dan kecelakaan Garuda yang terjadi beruntun menahan langkah kaki Presiden SBY. Kepergiannya mengunjungi korban gempa ke Padang, Sumatera Barat, pada pukul 13.00 WIB nanti pun ditunda.

“Pada saat akan berangkat, Presiden menerima perkembangan di Yogyakarta dan Manggarai. Presiden kemudian memprioritaskan untuk tetap di Jakarta memantau dinamika lapangan dan menggerakkan sumber daya untuk melakukan evakuasi para korban,” kata Seskab Sudi Silalahi.

Hal ini disampaikan Sudi di kantor kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/3/2007).

“Tidak ada yang dianaktirikan dari 3 bencana ini. Presiden tetap memberikan perhatian penuh,” ujarnya

Menurut dia, Presiden telah menginstruksikan Menko Kesra guna mengkoordinasikan bantuan yang diperlukan korban gempa Sumbar dan melaporkan ke Presiden siang ini.

“Pagi ini Menko Kesra, Mensos dan Menkes telah tiba di lokasi Sumbar membantu langkah tanggap darurat,” kata Sudi.

Manggarai

Terkait musibah tanah longsor di Manggarai, NTT, lanjut Sudi, Presiden dapat laporan dari Menko Kesra bahwa keadaan cuaca masih mengganggu upaya keselamatan.

“Sampai pagi saja masih bertiup angin yang sangat kencang,” kata Sudi.

Presiden menginstruksikan agar proses pengiriman bantuan logistik dan BBM ke daerah bencana tetap dilaksanakan dengan berbagai sarana transportasi yang memungkinkan.

Akibat tanah longsor, kata Sudi, jalur transportasi darat 12 Kecamatan di Manggarai masih terputus.(aan/nrl)

07/03/2007 12:45 WIB
Adrianus: Tak Ada Pemberitahuan Garuda Akan Mendarat
Reza Yunanto – detikcom

Yogyakarta – Sebelum terbakar, tidak ada satu pun kru Garuda yang memberitahukan pesawat akan mendarat atau pun mendarat darurat pun kepada penumpang. Tiba-tiba api memenuhi kabin. Penumpang pun panik berloncatan keluar dari pintu darurat.

“Pada saat mau mendarat, tidak ada pemberitahuan pramugari atau dari pesawat kalau pesawat mau mendarat darurat,” kata guru besar Kriminologi FISIP Universitas Indonesia Adrianus Meliala kepada detikcom di RS Bethesda, Yogyakarta, Rabu (7/3/2007).

Adrianus yang tercatat sebagai penumpang Garuda kelas ekonomi ini menuturkan, pesawat sempat mental 3 kali saat landing.

“Api memenuhi kabin, penumpang panik langsung berebutan ke pintu darurat. Begitu pintu terbuka, semua meloncat. Ketinggian sekitar 2 meter dari pintu arurat ke tanah,” ujar Adrianus yang masih shock itu.(aan/nrl)

07/03/2007 13:00 WIB
Garuda GA-200 Buatan 1992, Dipakai Garuda Mulai 2002
Maryadi – detikcom

Jakarta – Pesawat Garuda Indonesia GA-200 jenis Boeing 737-400 yang terbakar di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, dibuat pada 19 Oktober 1992.

Catatan Individual Aircraft Report yang didapatkan detikcom, Rabu (7/3/2007) pesawat naas ini berdasarkan data terakhir pada 31 Oktober 2006 sudah menempuh penerbangan sekitar 34.112 jam terbang atau setiap tahunnya rata-rata menempuh jam terbang 2.441 jam.

Pesawat ini pertama kali digunakan oleh Aloha Airlines yang berpusat di Hawaii pada tanggal 13 November tahun 1992 dengan seri N402AL. Ketika itu General Electric Commercial Aviation Service (GECAS) di Amerika Serikat (AS) sebagai perusahaan yang melakukan pemeliharaannya.

Kemudian pesawat itu digunakan oleh maskapai Eropa bernama Star Europe pada 23 April 1996 dengan nomor seri F-GRSC. Kurang dari setahun, pada 28 Nopember 1997 pesawat ini kemudian dikembalikan ke GECAS.

Pada 28 Nopember 1997 pesawat ini dioperasikan oleh Jet Airways asal India hingga 21 Oktober 1999 dengan nomor seri VT-JAP, sebelum dibeli oleh perusahaan penjualan pesawat Aircraft Finance Trust. Pesawat ini kemudian dipakai kembali oleh Jet Airways hingga 9 Mei 2002. Setelah itu dikembalikan lagi kepada Aircraft Finance Trust.

Sesudah dikembalikan ke Aircraft Finance Trust, kemudian pada 7 Oktober 2002 Garuda Indonesia mulai menerbangkannya dengan nomor seri PK-GZC. Pesawat itu pun menamatkan riwayatnya setelah terbakar di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, Rabu pagi.(mar/nrl)

07/03/2007 13:02 WIB

Howard: Tak Ada Dugaan Terorisme dalam Kecelakaan Garuda
Arifin Asydhad – detikcom

Sydney – Pesawat Garuda terbakar di Yogyakarta, Perdana Menteri (PM) Australia John Howard langsung ikut berkomentar. Maklum, ada sekitar 10 warga Australia yang berada di dalam pesawat itu. Apakah kecelakaan pesawat itu karena tindak terorisme? Howard membantah dugaan itu.

“Saya tidak menerima laporan dugaan apa pun tentang hal ini, kecuali ini hanya kecelakaan yang tragis,” kata Howard dalam jumpa pers di Sydney, Australia, seperti dikutip AFP, Rabu (7/3/2007).

Dugaan adanya unsur terorisme ini karena di dalam pesawat ada 10 warga Australia. Ke-10 warga Australia itu terdiri dari lima orang jurnalis dan lima orang staf yang mendampingi Menlu Alexander Downer dna Jaksa Agung Philip Ruddock dalam kunjungan tiga hari ke Indonesia. Agenda utama Downer ke Indonesia adalah menghadiri konferensi Anti Terorisme yang berakhir hari Selasa (6/3/2007) kemarin.

“Saya tidak tahu penyebab kecelakaan pesawat itu. Saya hanya dapat mengatakan bahwa saya tidak menerima laporan mengenai adanya sabotase atau serangan teroris,” ujar Howard.

Howard telah meminta Kedubes Australia untuk membantu para warga Australia yang menjadi korban dan bersiap menerbangkan ke Australia bila mereka membutuhkan perawatan di negeri Kangguru itu.

Sementara itu, kepada wartawan di Jakarta, Downer membeberkan data berbeda. Menurut dia, ada 9 warga Australia yang menjadi penumpang Garuda. Saat ini, lima warga Australia mengalami luka dan empat orang lainnya masih hilang. Kecelakaan pesawat Garuda ini menewaskan 49 orang. (asy/ana)

07/03/2007 13:26 WIB
Pramugari Mariati Cuma Lecet
Ari Saputra – detikcom

Jakarta – Begitu pesawat Garuda GA 200 celaka, FA Mariati (46) langsung menelepon keluarganya pukul 07.00 WIB. Pramugari senior Garuda ini mengabarkan dirinya selamat. Lajang ini hanya lecet.

Pramugari yang telah memiliki 10 ribu jam terbang itu kini menjalani perawatan di RS Bethesda, Yogyakarta.

“Dia tidak ngomong banyak sih, Mas. Cuma ngabari, pesawat saya kecelakaan, saya tidak apa-apa, saya selamat hanya lecet-lecet dikit,” kata kakak Mariati, Yusrita (56), di rumah orang tuanya, Jalan Tandu 228 RT 05/07, Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara, Rabu (7/3/2007).

Menurut dia, Mariati pamitan tugas terbang ke Yogyakarta pukul 02.00 WIB. Setelah dari Yogyakarta, anak kelima dari enam bersaudara ini akan langsung terbang ke Korea dan transit di Malaysia.

“Ya nggak nyangka saja, ternyata adik saya ikut-ikutan jadi korban kecelakaan,” ujar Yusrita pada detikcom.

Guna memastikan kondisi Mariati, lanjut Yusrita, orang tuanya, Mawardi Latif dan Usna Yusuf, berangkat ke Kota Gudeg itu.(aan/nrl

07/03/2007 13:30 WIB
Mau Mendarat Kok Pesawatnya Masih Kencang
Nurvita Indarini – detikcom

Yogyakarta – Nunik Sufithri, pegawai Departemen Pekerjaan Umum, sangat bersyukur karena selamat dari kebakaran pesawat Garuda GA-200 di Bandara Adi Sucipto. Kenangan mengerikan pun melintas di ingatannya.

“Waktu diumumkan mau mendarat, pesawat itu masih kencang. Dan begitu sudah dekat daratan kok pesawatnya masih kencang,” ujar Nunik ketika berbincang dengan detikcom, Rabu (7/3/2007).

Lalu dia merasakan pesawat meluncur ke bawah. “Bunyi glodak gitu Mbak. Terus pesawat mendat-mendat, dan dari arah belakang ada yang teriak ada api,” ujar Nunik yang saat itu duduk di kursi 9E.

Perempuan itu mengaku pasrah. Namun dia dan rekannya, Rina, lalu keluar dari pesawat melalui pintu darurat. “Dari pintu pesawat kami loncat ke sayap baru turun ke sawah sambil teriak Allahu akbar,” imbuhnya.

Setelah itu Nunik dibawa orang-orang di sekitar tempat jatuhnya pesawat ke pos satpam. Dari tempat itulah, dia menyaksikan pesawat itu meledak.

“Saya lihat Mbak sampai meledak, saya sedih sekali ada teman dari kementerian perumahan rakyah (menpera) Dewi Riana yang meninggal. Dan sepertinya Pak Totok masih di pesawat itu,” kisahnya dengan suara bergetar.

Rencananya Nunik, Rina, dan Direktur Pengembangan Pemukiman Departemen Pekerjaan Umum (PU), Totok Priyanto akan melakukan sosialisasi pengembangan pemukiman di Yogyakarta. Acara dijadwalkan berlangsung di Gedung Ciptakarya Yogyakarta pukul 09.00 WIB.

“Tapi sekarang saya malah di Sardjito mencari teman saya,” lanjutnya sambil terisak. (nvt/ana)

07/03/2007 13:53 WIB

Keluarga Korban Garuda Dikawal Ketat, Sulit Didekati Wartawan
Syarif Hidayatullah – detikcom

Jakarta – Suasana haru memenuhi Posko Garuda di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang. Sejak pukul 12.00 WIB, satu per satu keluarga korban tiba di posko GIA yang berlokasi di Terminal II.

Begitu tiba, keluarga korban langsung ditempel sekuriti. Mereka dijaga sangat ketat, sehingga wartawan sulit mendekati.

Wajah mereka tampak sedih dan syok. Sambil mendaftarkan diri, air mata tampak bercucuran. Usai mendaftar, mereka langsung dibawa ke ruang tunggu yang dijaga sangat ketat. Saat menuju ruang tunggu, mereka menolak memberikan pernyataan kepada wartawan yang berusaha bertanya.

Rencananya keluarga akan diberangkatkan ke Yogyakarta pukul 15.00 WIB.

Suasana haru mewarnai pendaftarkan keluarga korban Garuda GA-200 yang akan diberangkatkan ke Yogyakarta.

Menurut Duty Manager Passanger Handling GIA Cengkareng, Solo Manaloe, mengatakan, pihak Garuda hanya membatasi anggota yang berangkat ke Yogya hanya 2 orang dan dititikberatkan pada keluarga inti.

“Kalau bisa keluarga inti seperti istri atau anak. Keluarga kita mintakan KTP-nya. Kalau diperlukan bukti surat KK untuk mencocokkan dengan nama-nama di manifes penumpang,” tutur Solo.

Selain keluarga, ada juga kerabat korban Garuda yang mendaftarkan keluarga inti korban yang belum tiba di bandara.

Dedi (40), misalnya. Adik ipar salah satu penumpang Garuda, Mulyanto Nugroho, menuturkan, dia sengaja datang duluan untuk mendaftarkan keberangkatan Mutia, istri Mulyanto yang masih berada di Bintaro.

Selain dipenuhi keluarga inti yang mendaftarkan diri, posko Garuda juga dipenuhi kerabat korban yang mengecek manifes penumpang yang ditempel di papan posko.

(umi/nrl)

07/03/2007 14:23 WIB
Hatta Jenguk Korban Garuda
Reza Yunanto – detikcom

Yogyakarta – Menteri Perhubungan Hatta Rajasa menjenguk korban kebakaran pesawat Garuda GA 200 di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Hatta menjenguk korban yang dirawat di RS Bethesda.

Hatta tiba di RS yang terletak di Jalan Sudirman ini bersama rombongannya pada pukul 14.00 WIB, Rabu (7/3/2007). Begitu turun dari mobil sedan berwarna coklat berplat polisi AB 1 TS, Hatta langsung menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Di IGD, menteri berambut perak ini mengobrol dengan beberapa pasien yang dirawat. Terlihat Hatta juga berbincang dengan dokter jaga.

Tak lama di IGD, Hatta kemudian memasuki paviliun RS Bethesda untuk menemui seorang pasien. Namun belum diketahui, siapakah yang hendak ditemui Hatta. (aba/nrl)

07/03/2007 14:27 WIB
Jadi Korban Garuda, Asisten Deputi Menteri Gegar Otak Dirawat di Solo
Muchus Budi R. – detikcom

Solo – Asisten Deputi Pengembangan Skala Besar Kementerian Negara Perumahan Rakyat, M Dimyati, yang semula dikabarkan sehat dan langsung kembali ke rumah, ternyata dirawat secara intensif di RS dr Oen, Solo. Dimyati mengalami gegar otak ringan dan patah tulang hidung.

Dimyati adalah salah satu dari 133 penumpang pesawat Garuda yang naas di Bandara Adi Sucipto, Rabu (7/3/2007) pagi tadi. Menurut dokter yang menangani, kondisi dosen geografi UGM tersebut cukup parah di antaranya mengalami patah dan luka robek di hidung, memar bagian bibir dan gegar otak ringan.

“Untuk kepastiannya, masih menunggu hasil scan. Kesadaran pasien cenderung menurun,” kata Nur Agus GW, dokter jaga di RS dr Oen Solo, Rabu (7/3/2007) siang.

Dimyati, terbang dari Jakarta bersama Kepala Kepala Sub Bid Program Tahunan Kementrian Negara Perumahan Rakyat, Lilik Priyanto. Rencananya kedua pejabat ini hendak menuju Kabupaten Karanganyar untuk menghadiri acara yang diselenggarakan Pemkab setempat.

Meskipun mengalami luka robek di pangkal hidung namun Lilik diperbolehkan rawat jalan. Saat ini dia masih berada di RS dr Oen Solo untuk menunggui Dimyati dirawat. Dia menunggu bersama Sukna, kakak kandung Dimyati.

Lilik menjelaskan, di dalam pesawat dirinya dan Dimyati duduk di bagian agak di belakang yakni di kursi 20 A dan B. Pada saat berangkat, kondisi pesawat Garuda yang naas itu baik-baik saja. Namun ketika hendak mendarat, dia merasakan pesawat kehilangan ketinggian secara mendadak.

“Tiba-tiba seperti anjlok lalu pesawat mendarat keras dan mengeluarkan api. Dalam kondisi wajah terluka, saya langsung merangkul Pak Dimyati dan membawanya lari keluar menjauhi badan pesawat. Kondisinya sangat panik. Para penumpang berebut keluar karena takut pesawat meledak,” paparnya.
(mbr/nrl)

07/03/2007 14:36 WIB
Garuda Terbakar, Itu Peringatan
Muhammad Nur Hayid – detikcom

Jakarta – Berbagai bencana dan kecelakaan transportasi mendera Indonesia. Namun semua itu tak lepas dari skenario Tuhan.

“Itu peringatan agar kita selalu eling (ingat) kepada Allah. Dan saya ikut berduka cita pada keluarga korban yang tidak selamat dalam kecelakan pesawat itu,” ujar Wakil Ketua DPR Soetarjo Soerjogoeritno.

Hal itu disampaikan pria yang akrab disapa Mbah Tardjo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/3/2007).

Rasa duka cita juga disampaikan Ketua DPR Agung Laksono. “Saya sampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas korban yang meninggal dalam musibah di Sumatera Utara dan kecelakaan pesawat Garuda di Yogyakarta,” katanya lirih.

Menurut Agung, banyaknya bencana tersebut harus diambil hikmahnya. Caranya adalah dengan memperbaiki semua sistem transportasi baik sarana maupun prasaranya. Selain itu harus ada perbaikan penanganan dan evakuasi korban, sehingga tidak ada lagi korban yang meningal akibat telat tertolong. (nvt/nrl)

07/03/2007 14:41 WIB
Polri Terjunkan Puslabfor Bantu Identifikasi Korban Garuda
Indra Subagja – detikcom

Jakarta – Mabes Polri menerjunkan 41 personel dari Puslabfor. Mereka akan membantu identifikasi korban Garuda GA-200 yang terbakar di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Tim ini dipimpin oleh Kombes Pol dr Purnomo.

“Mereka dari disaster victim investigation Puslabfor Mabes Polri untuk membantu penanganan,” kata Kabid Penum Mabes Polri Kombes Pol Bambang Kuncoko di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (7/3/2007).

Jumlah korban tewas kecelakaan Garuda masih simpang siur. Pemprov Yogyakarta menyebutnya 49 orang tewas. Sedangkan Garuda menyebut 21 tewas. Sementara Danlanud Adi Sucipto menyebut jenazah yang ditemukan hanya 20.

Namun identifikasi korban mengalami kesulitan karena sebagian besar sudah sulit dikenali. Mereka terjebak di dalam pesawat yang terbakar.

Garuda GA-200 membawa 133 penumpang dan 7 kru pesawat sehingga jumlah orang yang diangkut 140 orang.
(umi/nrl)

07/03/2007 14:41 WIB
1 Korban Tewas Garuda Atas Nama Suwarni Sugaib
Ferdiansyah – detikcom

Yogyakarta – Dari 21 jenazah yang sudah dievakuasi, baru 1 jenazah yang sudah bisa diidentifikasi. Mayat yang teridentifikasi itu atas nama Suwarni Sugaib.

“Yang lainnya masih dalam proses identifikasi RSUD Sardjito,” kata Manajer Keuangan Angkasa Pura II Ari Subagio di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, Rabu (7/3/2007).

Menurut Ari, berdasarkan data Angkasa Pura II, dari 21 jenazah itu sebanyak 20 jenazah berada di RSUD Sardjito dan 1 jenazah berada di RS AURI Yogyakarta. “Jumlah korban tewas itu yang ada sebanyak 21 sedangkan 24 lainnya masih misteri,” ujarnya.

Jumlah korban tewas hingga belum bisa dipastikan. Semula disebutkan sekitar 44 orang, bahkan ada yang menyebut 49 orang. Manajemen Garuda sebelumnya menyebutkan 93 orang, termasuk 7 kru pesawat, selamat. Jumlah penumpang yang naik pesawat naas itu sebanyak 133 dan 7 awak pesawat.(mar/umi)

07/03/2007 14:44 WIB
Downer Tinjau TKP, Yakin Garuda Tidak Disabotase
Arya Perdhana – detikcom

Yogyakarta – Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer yakin peristiwa yang menimpa pesawat Garuda di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, adalah kecelakaan murni. Dia tidak melihat adanya unsur sabotase.

Hal tersebut disampaikan Downer saat meninjau lokasi kecelakaan pesawat Garuda di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, Rabu (7/3/2007).

Terkait hal ini, Downer menegaskan, pemerintah Australia akan mengirimkan tim Disaster Victim Identification (DVI), ahli forensik dan bantuan medis. “Bantuan tersebut akan tiba di Yogya malam ini,” kata Downer.

Kunjungan Downer ke lokasi kecelakaan hanya berlangsung singkat, sekitar 10 menit. Selanjutnya dia melanjutkan perjalanan ke RS Bethesda.

Ketua tim investigasi kecelakaan Garuda dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Joseph Tumenggung, yang juga berada di lokasi kecelakaan mengatakan, dirinya sudah mendengar soal bantuan dari Australia tersebut. Namun hal itu belum disampaikan secara resmi ke KNKT.

“Soal penyebab kecelakaan kita belum bisa prediksi. Karena semua kondisi pesawat normal saja hingga landing. Namun secara statistik, kecelakaan ini 75 persen karena human error,” ujar Joseph. (djo/nrl)

07/03/2007 14:46 WIB

Garuda: 21 Penumpang dan 1 Awak Kabin Pesawat Meninggal
Chazizah Gusnita – detikcom

Jakarta – Jumlah korban tewas tragedi Garuda masih simpang siur. Namun manajemen Garuda merilis, 21 orang penumpang dan satu awak kabin pesawat yang bernama Wiranto Wooryono meninggal.

“Berdasarkan data terakhir pukul 14.00 WIB, 21 penumpang dan satu orang awak kabin meninggal,” ujar Kepala Komunikasi Garuda Indonesia Pujobroto di kantor Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (7/3/2007).

Menurut Pujo, 19 korban meninggal di lokasi kejadian, satu di RS Angkatan Udara, dan satu dalam perjalanan ke rumah sakit. Sedangkan untuk awak kabin pesawat tidak diketahui lokasi meninggalnya.

Saat ini, lanjut Pujo, pihaknya sedang melakukan identifikasi terhadap 21 penumpang yang meninggal. Identitas mereka sulit diketahui karena kondisi mereka hangus terbakar.(nik/nrl)

07/03/2007 14:51 WIB

Antar Jenazah Paman, Mulyanto Ikut Jadi Korban Garuda
Syarif Hidayatullah – detikcom

Jakarta – Mulyanto Nugroho mengantar jenazah sang paman, Mulyoto, dengan menumpang pesawat Garuda ke Yogyakarta. Hingga kini bapak 3 anak ini belum jelas rimbanya.

Mulyanto, pegawai Departemen Kehutanan, terbang menumpang pesawat Garuda GA-200 pukul 06.00 WIB dari Jakarta. Sedangkan jasad pamannya diterbangkan pukul 06.45 WIB.

Istri Mulyanto, Mutia Oke Cahyani, tampak menangis sesenggukan. Perempuan berjilbab dengan busana warna ungu ini tidak berkomentar apa pun. Warga Rempoa, Bintaro, Jakarta Selatan, ini akan ke Yogya ditemani adiknya, Mulia.

“Kita dengar beritanya pukul 07.00 WIB dari radio. Pak Mulyanto lagi ngantar jenazah omnya. Keluarga di Yogyakarta mencari ke rumah sakit, tetapi belum ketemu,” kata kakak Mutia, Yoanita, di Posko Garuda, Passenger Service Garuda Indonesia, Bandara Soekarno Hatta, Cangkareng, Rabu (7/3/2007).

Bagaimana dengan jenazah Mulyoto? “Saya belum tahu, tetapi ada saudara di Yogya yang ngurus jenazah,” sahut Yoanita yang mengaku ditugasi menjaga anak-anak Mulyanto.(aan/nrl)

07/03/2007 14:53 WIB
Downer Jenguk WN Australia Korban Garuda di RS Bethesda
Reza Yunanto – detikcom

Yogyakarta – Setelah Menhub Hatta Rajasa, giliran Menlu Australia Alexander Downer menjenguk korban kebakaran pesawat Garuda GA 200 di RS Bethesda, Yogyakarta. Downer datang 10 menit setelah Hatta.

Begitu turun dari mobil Toyota Land Cruiser berplat diplomat, Downer langsung mendatangi korban yang dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Downer datang bersama 10 staf kedutaan pada pukul 14.10 WIB, Rabu (7/3/2007).

Setelah meninjau IGD, Downer yang mengenakan pakaian kemeja putih mendatangi seorang warga Australia yang dirawat di ruang paviliun Srikandi Nomor 2. Korban tersebut adalah Michael Hatton (52), seorang anggota tim keamanan Downer yang memang sudah direncanakan akan berceramah di Yogyakarta pada hari Rabu ini.

Setelah 15 menit di ruang perawatan Hatton, Downer kemudian meninggalkan RS Bethesda menuju RS dr Sardjito. Di RS Sardjito terdapat beberapa WN Australia lain yang dirawat. (aba/nrl)

07/03/2007 14:53 WIB

Tragedi Garuda Bikin Anggota DPR Takut Naik Pesawat
Muhammad Nur Hayid – detikcom

Jakarta – Kecelakaan pesawat Garuda di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta membuat beberapa anggota DPR takut naik pesawat terbang. Salah satunya adalah Ketua FKB DPR Ida Fauziah.

“Selama ini kita merasa Garuda yang paling aman, tapi ternyata kecelakaan juga. Terus mau naik apalagi kita. Saya khawatir naik pesawat sekarang,” cetus Ida pada detikcom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/3/2007).

Hal yang sama diungkapkan anggota FPG Agun Gunandjar. Menurutnya kecelakaan Garuda akan mempengaruhi kepercayaan masyarakat untuk menggunakan transportasi udara dalam perjalanan. Bila mungkin, Agun memilih naik kendaraan pribadi yang dikendarai sendiri.

“Sedikit banyak ini berpengaruh kepada masyarakat. Mereka jadi khawatir. Istri saya yang sekarang lagi di Bangkok tadi langsung telepon saya dan bilang takut mau pulang,” ujar Agun.

Menurut Ketua DPR Agung Laksono, sangat wajar bila banyak orang khawatir naik pesawat. “Ya pastilah itu nanti akan membuat khawatir. Tapi mau bagaimana lagi kalau mau pergi jarak jauh. Ya kita berdoa saja semoga selamat,” kata Agung. (nvt/nrl)

07/03/2007 14:57 WIB
Bandara Adi Sucipto Penuhi Syarat Internasional
Ferdiansyah – detikcom

Yogyakarta – PT Angkasa Pura II menyatakan Bandara Adi Sucipto di Yogyakarta yang dikelolanya memenuhi syarat internasional.

Panjang runway bandara 2.250 meter dan lebar 45 meter sesuai dengan yang disyaratkan dalam peraturan penerbangan.

“Bandara ini telah memenuhi syarat internasional,”kata Manajer Keuangan Angkasa Pura II Ari Subagio di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, Rabu (7/3/2007).

Pernyataan Ari menanggapi terlalu pendeknya runway Bandara Adi Sucipto, sehingga ditengarai sebagai salah satu penyebab kecelakaan pesawat Garuda GA-200 yang terbang dari Jakarta menuju Yogyakarta pagi tadi.

Ketika ditanya soal berkembangnya isu tidak ada pembicaraan antara petugas Air Traffic Control (ATC) Bandara Adi Sucipto saat pesawat GA-200 Boeing 737-400 itu mendarat, Ari mengaku akan menelitinya. “Saya akan mengecek dulu ke ATC mengenai hal ini,” paparnya.(mar/ma)

07/03/2007 14:55 WIB
Gegana Disiapkan Menuju Yogya, Selidiki Dugaan Sabotase
Indra Subagja – detikcom

Jakarta – Presiden SBY sebelumnya mengkhawatirkan adanya sabotase di pesawat Garuda GA-200. Polri pun tidak tinggal diam. Tim Gegana kini bersiap menuju Yogyakarta untuk menyelidiki dugaan itu.

Keberangkatan Gegana tersebut disampaikan Kabid Penum Mabes Polri Kombes Pol Bambang Kuncoko di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (7/3/2007).

“Ya sudah ada persiapan (Gegana) ke arah saya, tapi kita masih menunggu perkembangan karena harus ada monitor dan asistensi lebih lanjut,” kata Bambang.

Polisi, imbuh dia, dipastikan turut menyelidiki kasus ini, namun tetap bergabung dengan tim KNKT, Dephub, Pemda Yogya dan TNI AU.

“Kalau ada ke arah pidana, Polri akan segera ikut terjun,” tegas dia.

(umi/nrl)

Prof Koesnadi Masih Misterius
Dewi Ningrum – detikcom

Jakarta – Hingga pukul 15.50 WIB, Rabu (7/3/2007) keberadaan mantan rektor UGM Prof Dr Koesnadi Hardjasumantri masih misterius. Informasi mengenai dirinya simpang siur.

Menurut pantauan detikcom, kediaman keluarga pakar hukum lingkungan tersebut di Perumahan Ganesha, Timoho, Yogyakarta, tampak sepi. Namun anggota keluarga tampak panik. Mereka sibu menelepon sana-sini. Telepon juga tak berhenti berdering.

Mereka menelepon rumah sakit yang ada di Yogyakarta, yang diduga menjadi tempat dirawatnya pria berusia 71 tahun tersebut. Ada informasi Prof Koes dirawat di RS AURI, tapi setelah dicek, tidak ada.

Ada yang bilang di Panti Rapih, setelah dicek tidak ada. Begitu seterusnya. SMS juga tak berhenti mengalir.
(nrl/nrl)

Roda Pesawat Tidak Berfungsi Diduga Penyebab Garuda Terbakar
Erna Mardiana – detikcom

Bandung – Penyebab terbakarnya pesawat Garuda GA-200 saat mendarat kemungkinan besar karena rodanya tidak berfungsi dengan baik saat pendaratan. Sehingga menyebabkan badan pesawat langsung kontak dengan runway dan membuat sayap patah. Pilot diduga melakukan pendaratan hard landing atau pendaratan keras.

Pendapat tersebut disampaikan dosen Teknik Penerbangan ITB Bambang Hadi Kismono kepada wartawan di ruang kerjanya, Jalan Ganesha Bandung (7/3/2007).

“Yang menjadi pertanyaan penting apakah rodanya terbuka saat mendarat. Karena walaupun hard landing tapi rodanya berfungsi dengan baik, biasanya hanya akan patah seperti AdamAir dulu, tidak sampai terbakar,” ujar Bambang.

Hard landing adalah istilah dalam penerbangan untuk menyebutkan tipe cara mendaratkan pesawat yang sedikit ditekan (dihentakkan) ke landasan yang bertujuan agar tread (kembang) ban pesawat dapat mencengkeram pesawat.

Hard landing, jelas dia, biasanya dilakukan ketika kecepatan pesawat saat mendarat lebih cepat daripada yang diinginkan oleh pilot sehingga mau tak mau pilot akan memilih hard landing. Akan tetapi hal itu tidak akan membuat pesawat sampai terbakar.

Menurut Bambang, terbakarnya pesawat kemungkinan besar disebabkan karena sayap yang patah, padahal bakar pesawat berada di bagian sayap. Namun yang menjadi pertanyaan, lanjutnya, mengapa sayap pesawat bisa sampai patah jika hanya melakukan hard landing.

“Kemungkinan yang lain adalah jika roda tidak berfungsi dengan baik, maka kemungkinan besar dilakukan belly landing (pendaratan dengan perut). Karena mendaratnya tidak pas, maka sayapnya patah. Belly landing memang berbahaya. Tapi kalau pilotnya mampu, cukup aman,” kata dia.

Jika belly landing yang dipilih, kata dia, seharusnya pilot tidak akan mendarat dahulu sebelum membuang bahan bakar atau terbang berputar-putar hingga bahan bakar tinggal sedikit. Dengan begitu, meskipun sayap patah ketika ketika melakukan pendaratan dengan perut, pesawat tidak akan terbakar.

“Jika memang belly landing yang dipilih, si pilot seharusnya memberitahu ATC (Air Traffic Control) di bandara. Sehingga pada saat mendarat akan disiapkan ambulans dan pemadam kebakaran untuk evakuasi penumpang. Tapi itu kan tidak dilakukan,” katanya.

Ketika ditanya kemungkinan overshoot, Bambang mengatakan hal itu bisa saja terjadi. Namun, sambung dia, jika memang benar itu terjadi maka si pilot biasanya tidak menjadi mendarat dan kembali terbang untuk melakukan pendaratan kembali. (ern/nrl)

Din Imami Salat Jenazah Mertua
Anwar Khumaini – detikcom

Jakarta – Setibanya di rumah, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin langsung mengambil air wudhu. Dia menjadi imam salat jenazah mertuanya, Darnelis binti Thaher.

Din tiba di kediamannya, Pejaten Elok nomor 2F, Jakarta Selatan, Rabu (7/3/3007) pukul 14.40 WIB.

Dengan wajahnya tampak memar kemerah-merahan, Din yang selamat dari musibah terbakarnya pesawat Garuda bergegas masuk ke dalam rumah.

“Assalamualaikum, terima kasih atas kedatangannya,” sapa Din pada pelayat yang datang.

Din langsung mengambil air wudhu dan memimpin salat jenazah sang mertua.

Sejumlah artis ibukota tampak melayat antara lain Iis Dahlia, Astri Ivo, Mieke Wijaya, dan Jeffry Al Buchori. Kebanyakan artis yang datang tergabung dalam pengajian Orbit asuhan Din.(aan/sss)

Kepala Komunikasi Garuda:
GA 200 Jalani Standar Perawatan
Chazizah Gusnita – detikcom

Jakarta – Kebakaran pesawat Garuda GA 200 menimbulkan dugaan perawatan pesawat tidak sesuai standar. Jelas maskapai milik pemerintah itu membantah.

“Pesawat itu selain menjalani perawatan rutin, juga menjalani perawatan jam terbang. Pesawat ini sudah menjalani perawatan dengan baik,” tegas Kepala Komunikasi Garuda Pujobroto dalam jumpa pers di Kantor Pusat Garuda Indonesia, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (7/3/2007).

Pujo menjelaskan pesawat jenis Boeing 737-400 tersebut sudah menjalani perawatan sesuai regulasi dan standar internasional. Pesawat buatan tahun 1992 itu sudah melakukan A Check, C Check dan D Check.

Perawatan A Check adalah perawatan pesawat yang jam terbangnya antara 400-4.500 jam. Setelah mencapai 4.500 jam terbang dilakukan C Check.

Setelah C Check dilakukan, jam terbang dihitung ulang untuk kemudian dilakukan A Check kembali. Jika total jam terbang mencapai 10 ribu jam, barulah dilakukan D Check.

Pesawat yang bergabung di Garuda sejak 10 Oktober 2002 itu telah menjalani semua cek tersebut dengan baik.

“Untuk pesawat Garuda GA 200 ini telah melakukan perawatan A Check terakhir pada tanggal 7 Februari 2007 di Denpasar dengan jam terbang 3.960,” kata Pujo.

Dalam kesempatan itu, Pujo juga menyebutkan Garuda akan menyiapkan 1 pesawat rute Yogya-Jakarta pada 8 Maret 2007. Pesawat GA 2152 ini disiapkan untuk membantu keluarga penumpang dari Yogya ke Jakarta. (aba/nrl)

Puluhan Keluarga Korban Garuda Terbang ke Yogya
Syarif Hidayatullah – detikcom

Jakarta – Puluhan keluarga dari 36 korban Garuda GA 200 diterbangkan ke Yogyakarta sekitar pukul 16.00 WIB, Rabu (7/3/2007), mundur 1 jam dari jadwal yang direncanakan. Mereka naik pesawat Garuda GA 2022.

Keluarga korban mulai boarding sekitar pukul 15.30 WIB. Padahal, istri, suami atau pun anak-anak korban sudah berada di bandara sekitar pukul 12.00 WIB.

Sementara di Posko Garuda yang berlokasi di Terminal II Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, suasana lebih lengang, meski masih ada beberapa keluarga korban yang mendaftarkan diri. Rencananya meraka akan ikut penerbangan ke Yogya pukul 17.30 WIB dengan GA 2062.

Keluarga korban tampak dikawal ketat aparat. Isakan tangis masih terdengar. Mereka menolak memberikan keterangan kepada wartawan. (umi/sss)

Didesak Mundur, Hatta Jumpa Pers di Kepatihan Yogya
Reza Yunanto – detikcom

Yogyakarta – Berbagai kasus kecelakaan transportasi belum selesai, muncul lagi kecelakaan pesawat Garuda di Yogyakarta. Menhub Hatta Rajasa pun didesak mundur. Menjawab desakan itu, Hatta akan menggelar jumpa pers.

“Saya jumpa pers jam 3 (15.00 WIB) di Kepatihan,” kata Hatta pendek usai menjenguk korban kebakaran pesawat Garuda di RS Bethesda, Yogyakarta, Rabu (7/3/2007), pukul 14.30 WIB.

Pernyataan Hatta itu menjawab pertanyaan wartawan. “Bapak didesak mundur, bagaimana?” ujar seorang wartawan sesaat setelah Hatta keluar dari ruang perawatan WN Australia Michael Hatton.

Hatta terdiam. Kemudian meluncurlah pemberitahuan bahwa dirinya akan mengadakan jumpa pers itu.

Dari RS Bethesda, Hatta selanjutnya menuju RS AURI yang terletak di kompleks Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Terlihat dalam rombongan Hatta, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang baru, Tatang Kurniadi. (aba/nrl)

TEMPO INTERAKTIF.COM

Landasan Pacu Adisucipto Dinilai Standar
Rabu, 07 Maret 2007 | 16:04 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:
Dugaan yang mengatakan penyebab kecelakaan pesawat Garuda GA-200 di Yogyakarta adalah pendeknya landasan pacu dibantah keras pihak PT Angkasa Pura II Yogyakarta. Panjang dan lebar landasan pacu yang dimiliki bandara itu dinyatakan telah sesuai standar internasional.

“Panjang landasan pacu Bandara Adisucipto 2.250 meter dan lebar 45 meter. Ini sudah mampu untuk landing dan take off pesawat jenis Boing 737/400 seperti pesawat yang mengalami musibah ini,” kata Manajer Keuangan PT Angkasa Pura II Yogyakarta, Ary Subagyo, Rabu (7/3).

Ukuran itu, katanya, sudah memenuhi standar yang ditetapkan dan lazim secara internasional. “Jadi tidak benar jika musibah ini disebabkan oleh kondisi runway bandara,” ia menegaskan.

Selama ini pun, Ary menambahkan, tidak ada masalah pada landasan pacu bandara. Setiap hari pesawat sejenis Boeing yang mengalami musibah itu selalu mendarat dan mengudara di Adisucipto, dan tidak ada persoalan.

Ary menjelaskan kondisi cuaca saat terjadi musibah juga cukup aman untuk pendaratan. Saat itu, kata dia, angin bertiup dengan kecepatan sekitar 5 knot dan cuaca dalam kondisi calm.

“Saya tidak tahu persis apa penyebab kecelakaan itu. Semuanya telah diserahkan kepada tim Komite Keselamatan Transportasi Nasional (KNKT), yang saat ini sedang menyelidiki,” kata Ary.

Tentang komunikasi terakhir antara pilot dengan petugas menara di bandara, Ary Subagyo menyatakan hasil rekaman masih diteliti dan sedang dalam proses pembacaan. “Saya juga belum bisa mengatakan karena hasil rekaman masih dibaca,” kata Ary.Syaiful Amin

Sejumlah Wartawan Korban Kecelakaan Garuda
Rabu, 07 Maret 2007 | 15:21 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Rumah Sakit Dr Sardjito Yogyakarta merawat bebrapa korban kecelakaan Garuda Indonesia. Dari lima korban yang dirujuk, seorang meninggal bernama Suwarni Sugaib, 70 tahun.

Menurut Dr Sri Endartini, Direktur Rumah Sakit Sardjito, dua korban lainnya adalah warga negara asing. Dia adalah Chynthia Banham, 34 tahun, wartawan Sydney Morning Herald, warga negara Australia. Dia menderita luka bakar sekitar 32 persen.

Berikutnya Roger Tallboys, 63 tahun, warga negara Australia yang menetap di Hong Kong, yang juga mengalami luka bakar sekitar 30 persen.

Menurut Bambang M.B.K, Ketua Aliansi Jurnalis Independen Yogyakarta, Chynthia diduga bersama dua wartawan Australia lainnya, yakni Steven Fitzpatrick, wartawan The Australian dan Morgan Mellish dari Australian Finance Review.

“Mereka datang ke Yogyakarta meliput kunjungan Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer,” ujar Bambang. Bambang diminta International Federation Journalist mengecek nasib tiga wartawan tersebut.

Data terakhir yang diperoleh Tempo menyebutkan, korban meninggal kecelakaan Boeing 737-400 di Bandar Udara Adisucipto tadi pagi itu sebanyak 22 orang, mereka yang masih hidup 92 orang, dan belum diketahui nasibnya 22 orang.

Raihul Fadjri

Pesawat Garuda Terbakar di Yogyakarta
Rabu, 07 Maret 2007 | 07:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pesawat Garuda rute Jakarta-Yogyakarta terbakar di persawahan sekitar Bandar Udara Adisucipto Yogyakarta. Pesawat yang berangkat pukul 06.00 WIB dari Bandar Udara Soekarno- Hatta Cengkareng itu terbakar habis dan sebagian penumpangnya terjebak di dalamnya.

Belum diketahui penyebab kecalekaan pesawat. Begitu Jenis pesawat Boeing 737-300 dengan nomor penerbangan GA-200. Warga yang melihat kejadian itu mengatakan ada suara ledakan dan disusul kebakaran yang sangat engerikan.

“Terdengar ledakan cukup keras,” kata Victor, warga yang melihat kecelakaan pesawat itu. Sejumah penumpang dilarikan ke Rumah Sakit AURI Adisucipto. Kepanikan bandara juga dirasakan oleh petugas. Untuk sementara Bandar Udara Adisucipto di kawasan pangkalan TNI Angkatan Udara ditutup.

Syaiful Amin

Badan Garuda Habis Dilalap Api
Rabu, 07 Maret 2007 | 08:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan pesawat Garuda di sekitar 100 meter dari lepas landasan Bandar Udara Adisucipto, menurut Heru CN, wartawan Tempo yang berada di lokasi kejadian mulai habis dilalap api.

Puluhan mobil ambulans dengan sirine yang dinyalakan bersiaga di sekitar bandara untuk menjemput penumpang baik yang masih hidup atupun yang masih terjebak di dalam pesawat. Menurut Heru, penumpang yang berada di dalam pesawat kemungkinan masih banyak.

Evakuasi penumpang langsung dibawa ke sejumlah rumah sakit, salah satunya Rumah Sakit Angkatan Udara RI Adi Sucipto. “Pencarian penumpang di dalam pesawat saat sedang berlangsung. Penumpang banyak yang meninggal,” kata Heru.

Pesawat Boieng 737-400 dengan nomor penerbangan GA-200 ini berangkat dari Jakarta pukul 06.00 WIB dan terbakar saat mendarat di Bandar Udara Adisucipto pukul 07.20.

Menurut Dien Syamsuddin, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dien Syamsuddin, salah penumpang yang selamat, mengatakan penumpang pesawat penuh. “Banyak rombongan warga asing dari Australia,” katanya.

Elik Susanto

Garuda: Ini Kategori Accident
Rabu, 07 Maret 2007 | 09:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Operasi Garuda Indonesia Ari Sapari mengaku belum mengetahui informasi detail seputar kejadian, penyebab dan korban kecelakaan pesawat Boeing 737-400 milik maskapai Garuda Indonesia yang mengalami kecelakaan saat melakukan pendaratan di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta pukul 06.55.

Pesawat jurusan Jakarta-Yogyakarta dengan nomor penerbanan GA 200 itu mengangkut 133 penumpang dan berangkat dari Jakarta pukul 06.00.

“Semuanya masih simpang-siur,” kata Ari Sapari ketika dihubungi pagi tadi.

Namun, berdasarkan laporan dari petugas Garuda setempat, Ari memastikan bahwa kecelakaan itu masuk kategori accident.

Berdasarkan aturan keselamatan penerbangan, satu kejadian masuk kategori accident bila menimbulkan korban jiwa, luka parah, atau pesawat mengalami kerusakan struktural.

Harun Mahbub

9 Staf Kedutaan Australia Jadi Korban
Rabu, 07 Maret 2007 | 11:20 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Sembilan staf Kedutaan Besar Australia turut menjadi korban musibah terbakarnya pesawat Garuda di bandara Adi Sucipto, Yogyakarta pagi tadi.

Menurut staf kedutaan, Edwin Setiawan, mereka yang terdiri dari bagian humas, keamanan, dan wartawan itu adalah tim advance atau pendahulu untuk menyiapkan kedatangan Menteri Luar Negeri Alexander Downer ke Yogyakarta. Rencanana, Downer pada pukul 11 akan bertemu dengan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan pukul 12 bertemu Ketua PP Muhammadyah Dien Syamsuddin di Universitas Muhammadiyah Malang.

“Sampai sekarang kehadiran beliau belum dapat dipastikan karena musibah ini,” kata Erwin.

Dari sembilan korban, empat diantaranya diketahui selamat dan dirawat di Rumah Sakit Sardjito. Menurut Edwin, Michel Kyle dan Chyntia Danham diketahui mengalami luka serius dan dirawat di Sardjito, sedangkan Mark Scott dirawat di RS TNI-AU.

Sementara itu, lima staf lainnya belum diketahui nasibnya. Mereka adalah Nick Hatton, Liz O’Nell (juru bicara kedutaan), Allison Sudrajat, Morgan Merrish, dan Keenan.

Garuda: Pesawat Laik
Rabu, 07 Maret 2007 | 12:51 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menyatakan pesawatnya yang mengalami kecelakaan di Bandara Adisucipto, Yogyakarta, telah memenuhi syarat kelaikan. Pesawat telah menjalani perawatan harian dan rutin secara periodik.

Juru Bicara Garuda Indonesia, Pujo Broto, menjelaskan pesawat Boeing 737-400 buatan 1992 itu selalu menjalani line maintenance, yakni pengecekan sebelum dan sesudah penerbangan di Garuda Maintenance Facility. “Dari sisi teknik dan operasional,” jelasnya di kantor pusat Garuda Indonesia, Rabu (7/3).

Pesawat tersebut disewa Garuda dari General Electric sejak 10 Oktober 2002 dan telah terdaftar dengan nomor register PK-GZC. Menurut Pujo, pesawat telah menjalani A Cek, yakni pengecekan setiap 350-400 jam dan C Cek yang dilakukan setiap 4.500 jam.

A Cek terakhir dilakukan 7 Februari 2007 di Denpasar saat pesawat telah menempuh jam terbang 34.960 jam dan telah melakukan 37.192 pergerakan. A Cek berikutnya rencananya akan dilakukan setelah pesawat menempuh 35.260 jam terbang. C Cek terakhir dilaksanakan pada 2-13 Februari 2006 di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Saat itu pesawat tercatat menempuh 31.942 jam terbang dan melakukan 34.933 pergerakan.

Pujo Broto menambahkan, pilot yang menerbangkan pesawat itu Kapten Marwoto Komar telah bekerja di Garuda Indonesia sejak tahun 1985. Awak pesawat yang lain adalah Gagam Saman Rohmana (first officer), Wiranto Wooryono (purser), Irawati (senior awak kabin), Maryati (senior awak kabin), Imam Arif Iskandar (senior awak kabin), dan Ratna Budiyanti (junior awak kabin).

Pujo Broto tidak bersedia menjelaskan kemungkinan penyebab kecelakaan. Dia hanya menyatakan pesawat jurusan Jakarta-Yogyakarta itu mengalami accident saat mendarat pukul 06.55 WIB, yakni keluar landasan sejak 300 meter di Runway 9 sebelah timur bandara. “Dalam kondisi terbakar, tapi saat ini api telah padam,” katanya.

HARUN MAHBUB

PM Australia: Terbakarnya Pesawat Garuda Bukan Akibat Teroris
Rabu, 07 Maret 2007 | 14:33 WIB

TEMPO Interaktif, Sydney:Perdana Menteri Australia John Howard memastikan terbakarnya pesawat Garuda Indonesia yang menewaskan 49 orang sesaat setelah mendarat di Bandara Adi Sucipto Yogjakarta, Rabu (7/3) pagi, bukan akibat serangan teroris.

“Saya belum menerima informasi yang menyatakan itu disebabkan faktor lain ketimbang kecelakaan tragis,” kata Howard di Sydney. “Saya tidak tahu apa penyebabnya, saya belum menerima informasi yang menyebut iu akibat sabotase atau serangan teroris.”

Sebanyak 10 staf Kedutaan Besar Australia di Jakarta dan wartawan asal Negeri Kangguru itu menjadi penumpang burung besi naas tersebut. Mereka berencana mempersiapkan dan meliput kunjungan kerja Menteri Luar Negeri Alexander Downer ke Yogjakarta. Di Kota Gudeg itu, Downer dijadwalkan bertemu dengan Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Ketua PP Muhammadyah Dien Syamsudin di kampus Universitas Muhammadiyah. AFP|S.S. Kurniawan

Kecelakaan Garuda

Dua Anggota Kerajaan Brunei Masuk Daftar Korban Luka
Rabu, 07 Maret 2007 | 13:18 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Sebanyak dua orang anggota kerajaan Brunei Darussalam menjadi korban musibah kecelakaan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 200 di Banda Udara Adi Sucipto. Awangku Syahrul Azmi putra Pangeran Gatuk Ismail mengalami patah tulang. Cigar putra Laban hanya luka ringan.

“Keduanya kini dirawat di Internasional Hospital Yogyakarta,” kata Heri, petugas posko Garuda di Banda Udara Adi Sucipto, Rabu (7/3).

Garuda mendarat lalu terbakar pagi tadi. Pesawat mengangkut 133 penumpang, 14 korban di antaranya warga asing. Warga asing itu antara lain sembilan dari Australia, dua dari Brunei, dan dua dari Jepang yaitu Hito Shinyi dan Yamoto Kenji, serta Alexandro dari Italia.

Syaiful Amin

KOMPAS

Penumpang Garuda yang Tewas Dilaporkan ke Presiden

Laporan Wartawan Kompas Suhartono

JAKARTA, KOMPAS – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (7/3) siang, mendapat laporan langsung dari Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Adi Sutjipto, Yogyakarta, mengenai korban tewas dalam kecelakaan terbakarnya pesawat Garuda yang mendarat di Bandar Udara Adi Sutjipto.

Demikian disampaikan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi dalam keterangan pers, yang didampingi Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng, di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta.

“Dari laporan Danlanud disampaikan, dari 133 penumpang dan 5 awak, 97 orang telah dievakuasi. Namun, satu di antaranya tewas. Kemudian baru saja dievakuasi 20 jenasah dari badan pesawat yang terbakar,” ujar Sudi.

Menurut Sudi, Presiden Yudhoyono sudah menginstruksikan Menteri Perhubungan Hatta Radjasa dan Dirut PT Garuda Indonesia Emir Satar segera berangkat ke Yogyakarta. “Presiden telah menginstruksikan untuk mengutamakan upaya evakuasi dan perawatan kesehatan penumpang dan awak pesawat,” tambah Sudi.

Satu Tanggapan to “Detik-detik musibah Garuda Indonesia di berbagai Media”

  1. Musibah datang ga disangka sangka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: