Pilkada Jakarta & Independensi media

Mengamati Pilkada Jakarta menarik diikuti, terutama soal bagaimana ‘independensi media’ dalam peliputannya.
Adalah Umar Idris, Kepala Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta yang mengumumkan hasil pantau liputan pilkada, Selasa (24/7) kemarin.
Menurutnya liputan surat kabar tentang proses pemilihan kepala daerah (pilkada) Jakarta masih didominasi oleh fenomena elit politik. Sementara suara masyarakat diakar rumput jarang mendapat perhatian. Akibatnya Harapan warga tidak tergambar dengan jelas.
AJI melakukan pemantauan sejak 12 Juni 2007 hingga 20 Juli 2007terhadap 545 berita yang dimuat di enam surat kabar lokal maupun nasional, yakni :
1. Media Indonesia
2. Republika
3. Warta Kota
4. Poskota
5. Indo Pos
6. The Jakarta Post.

Pemantauan tersebut menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis isi berita. Keenam media yang dijadikan sampel dipilih berdasarkan pangsa pasar dan keterwakilan segmentasinya.
Selama rentang waktu pemantauan,media cenderung mengikuti agenda isu yang dirancang oleh tim sukses. Pembingkaian isu tersebut berakibat pada pemihakan media pada salah satu kubu. Dalam banyak kesempatan, wartawan menerima begitu saja pernyataan yang diklaim oleh
narasumber tanpa adanya upaya untuk memperdalam objektifitas berita.

Terdapat lima isu besar yang sering menjadi sorotan surat kabar, yakni mengenai Kampanye dan Sosialisasi Kandidat (24,95 %), Kegiatan Komisi Pemilihan Umum Daerah dan Panitia Pengawas Daerah (15,23 %), Kisruh pendaftaran pemilih (13,58 %), Respon warga terhadap pilkada (10,64 %),dan terakhir mengenai calon indipenden (6,61 %).

Sebaliknya, isu yang paling sedikit mendapatkan sorotan adalah mengenai hubungan sipil-militer dari setiap kandidat (0,37 %), Golongan Putih (2,75%), Kekayaan partai politik dan pembiayaan kampanye (2,75%), Politik uang (4,22 %), dan aturan main kampanye (5,32). Sementara itu,
beberapa topik mengenai respon pemilih pemula atau kelompok warga tertentu terhadap masing-masing kandidat seringkali luput dari perhatian.

Berdasarkan pemantauan, media nasional yang paling gencar mengangkat isu pilkada adalah harian Republika. Surat kabar tersebut mengangkat 6 berita (7,50 persen) pada halaman utamanya. Sedangkan Media Indonesia hanya dua kali. Diantara media lokal, Indo Pos menduduki peringkat pertama dengan 24 kali liputan di halaman utama dan 150 kali di halaman
khusus. Warta Kota dan Poskota berada diurutan berikutnya.

Namun sayangnya gambaran AJI ini masih kurang, saya melihat bagaimana Suara Pembaruan dan Berita Kota yang juga banyak memberitakan tentang Pilkada. tentu akan lebih baik bila pengamatan tersebut juga dilakukan terhadap semua media yang ada di Jakarta serta nasional.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: